Cara Memasang Sistem Penyiram Api

Selama lebih dari 100 tahun, alat penyiram api telah melindungi kehidupan dan harta benda. Pada pandangan pertama, sistem penyiram api tampak seperti sistem pipa sederhana dengan kepala penyiram yang mengalirkan air ke api. Setelah pemeriksaan lebih dekat, sistem penyiram api sebenarnya adalah serangkaian komponen dan sistem yang kompleks yang direkayasa, dirancang, dipasang, diuji, dan dipelihara dengan hati-hati agar efektif memadamkan api ketika diperlukan.

Mulai dari Papan Gambar

Dengan konstruksi baru atau perkuatan gedung atau struktur lama, untuk memasang sistem sprinkler api, Anda harus mulai dari papan gambar. Papan gambar diawaki oleh desainer di Departemen Teknik Perusahaan atau Departemen Desain Penyiram, tergantung pada proyeknya.

Langkah pertama yang diambil perancang adalah mengidentifikasi klasifikasi hunian dan kelas bahaya untuk struktur yang dilindungi oleh sistem penyiram api. Berdasarkan kriteria tersebut, para desainer kemudian akan melihat International Building Code (IBC) untuk menentukan apa yang dibutuhkan untuk struktur tersebut.

Setelah ini ditentukan, para desainer kemudian akan beralih ke NFPA 13 dari National Fire Protection Association, yang merupakan standar untuk desain dan pemasangan sistem sprinkler. NFPA 13 memberikan desainer persyaratan jarak, persyaratan perpipaan, tingkat tekanan minimum dan opsi komponen untuk sistem sprinkler api. Dengan menggunakan semua info ini, para desainer kemudian dapat membuat gambar sistem penyiram api untuk struktur yang dimaksud.

Cek Juga: Harga Refill Apar

Mengikuti Desain Fire Sprinkler

Setelah sistem penyiram api dirancang dan rencana telah dibuat, mereka siap untuk proses instalasi. Bergantung pada yurisdiksinya, Authority Having Jurisdiction (AHJ) dapat melihat gambar dan menyetujuinya sebelum instalasi dimulai, sementara yang lain tidak akan memeriksa sistem sampai setelah dipasang.

Dengan gambar di tangan, kontraktor pada proyek tersebut kemudian dapat memandu timnya tentang langkah-langkah dan proses yang harus dilakukan untuk memasang sistem penyiram api dengan benar. Pemasangan fire sprinkler system umumnya dilakukan oleh tukang pipa di lokasi konstruksi. Setelah sistem selesai, teknisi Koorsen kemudian dapat menguji sistem untuk memastikan semuanya berfungsi seperti yang dirancang dan sesuai.

Pengujian dan Inspeksi Berkelanjutan

Setelah sistem dipasang dan dapat dioperasikan, pemilik bangunan kemudian harus mematuhi kode lokal mengenai pengujian dan inspeksi sistem penyiram api. Kode lokal yang ditentukan oleh NFPA 25, menentukan jadwal pemeriksaan dan pengujian sprinkler api. Di sebagian besar wilayah hukum, teknisi Koorsen memeriksa dan menguji alat penyiram api setiap bulan, triwulanan, setengah tahunan, dan tahunan tergantung pada jenis bangunan dan hunian.

Inspeksi dan pengujian yang sedang berlangsung sama pentingnya dengan perancangan awal sistem. Sementara perancang memastikan bahwa sistem akan berfungsi saat dipasang, teknisi memastikan bahwa sistem akan terus berfungsi sebagaimana mestinya untuk tahun-tahun mendatang.

Kunjungi Juga: Isi Ulang Tabung Pemadam

Leave a Reply

Your email address will not be published.