Keindahan Sumba Tak Ada Habisnya Part 1

sumba

Sumba seharusnya jadi destinasi tamasya kau berikutnya. Eloknya Sumba memang tiada dua dan tidak ada bandingannya di Indonesia.

Memperoleh peluang untuk pergi bertamasya ke tour Sumba dalam rangka Ulang Tahun Karcis.com yang bekerjasama dengan merupakan suatu pengalaman yang luar awam untuk aku dan 11 orang lainnya.

Perkenalkan, aku salah seorang dari 12 orang yang mempunyai elemen nama Agus. Kami berbeda alamat dan kami tak ketahui satu sama lain, melainkan kami mempunyai cerita yang benar-benar luar awam yang kami bawa dari Sumba.

Sumba merupakan pulau yang berada di Indonesia komponen timur tepatnya di Nusa Tenggara Timur. Sumba pada dikala ini terbagi menjadi 4 komponen, di antaranya Sumba Barat, Sumba Barat Kekuatan, Sumba Tengah dan Sumba Timur.

Diawali dari Airport Soekarno Hatta dan mendarat di Airport Tambolaka Sumba Barat Kekuatan, kami mengawali perjalanan yang benar-benar luar awam. Bagi kalian yang mau berkunjung ke Sumba, mungkin ini dapat jadi rujukan kalian.

Di Sumba, kami mengunjungi 2 kampung adat di antaranya kampung Ratenggaro dan Kampung Praijing untuk berinteraksi dengan warga lokal. Kedua kampung adat ini mempunyai kesamaan, cuma berbeda di letak kawasan. Kampung adat Ratenggaro ada di sebelah barat Sumba Barat Kekuatan walaupun kampung Adat Praijing ada di Sumba Barat.

Di Kampung Ratenggaro kami disambut dengan puluhan si kecil kecil yang berbahagia dengan kedatangan kami. Di sana keluarga masih benar-benar simpel dengan lingkungan ideal mempunyai view pantai dari atas yang benar-benar menawan. Pantai itu bernama Pantai Pero.

Kampung ini senantiasa diciptakan destinasi tamasya oleh para turis lokal ataupun mancanegara. Di sana kami disambut dengan bangunan unik yang menjadi daerah tinggal mereka (Uma Kelada), rumah yang beratapkan bahan dasar jerami dengan diameter tinggi menempuh 15 meter tergantung dari status sosial mereka sendiri. Rumah yang mempunyai atap paling tinggi adalah rumah dari kepala adat.

Dari tiap-tiap rumah terdiri dari 4 level yang dimana level pertama umumnya mereka pakai untuk daerah tinggal binatang peliharaan mereka, level kedua mereka gunakan untuk kesibukan sehari-hari, level ketiga mereka gunakan untuk menaruh hasil panen dan level yang paling tinggi mereka gunakan untuk menaruh barang keramat.

Itulah ciri khas kampung adat di Sumba dengan bermacam kain tenun ikatnya. Kain hal yang demikian menjadi suatu pujian untuk mereka, kecuali menjadi salah satu unsur yang mendukung pemasukan bagi kampung adat. Mereka senantiasa berbahagia juga dikala kain hal yang demikian dapat diaplikasikan oleh turis lokal dan malahan tenar smapai mancanegara.

Kerja pembuatan kain dapat hingga 1 bulan dengan kisaran harga yang bervariasi, diukur dari ukuran dan motif yang diwujudkan. Itulah kampung adat di Sumba, dengan puluhan si kecil kecil yang menjajakkan hasil kerajinan seperti kalung, dan aksesoris lainnya. Mereka senantiasa tampak kompak dan tentram dengan keramaian yang dimiliki oleh si kecil-si kecil kecil di sana.

Jangan salah, soal pengajaran mereka senantiasa mengutamakan sama halnya dengan kampung lain. Di sini ada sebagian si kecil yang pergi keluar kota untuk berkuliah seperti ke Jogjakarta, Semarang, dan sebagainya, dengan kemauan kehidupan mereka akan lebih bagus sekiranya mereka mengimbangi dengan pengajaran yang bagus pula bahkan anda juga bisa sewa mobil di sumba.

Kami terpukau dengan motivasi mereka, dengan semua keterbatasan yang mereka miliki, dengan perhatian yang kurang, mereka senantiasa menampakkan rasa berterima kasih dan rasa cukup dalam menjalani kehidupan.

 

 


Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *