Pembelajaran Berharga Buat Rehan di Kanada

Hasil gambar untuk teacher

Pebulu tangkis junior PB Djarum, Rehan Naufal Kusharjanto mengaku memperoleh pembelajaran berharga dikala keok di final BWF World Junior Championships di Kanada, dua minggu lalu. Di final, Rehan yang berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti keok di tangan pasangan junior mereka, Leo Rolly CarnandoCantik Cahya Sari. Malahan angkanya malahan fantastis, 15-21, 9-21. – St Monica School Jakarta

Sedangkan Rehan/Fadia masuk final dengan keadaan unggul segalanya atas lawan mereka. Lebih senior, sementara pada turnamen di Kanda ini mereka dijagokan di daerah kedua sebab tahun lalu mereka juga runner up turnamen ini. “Namun seluruh keadaan ini agaknya yang membikin kami agak lalai mempersiapkan diri. Kami merasa akan sanggup menyelesaikan permainan Leo/Cantik,” kata Rerhan yang dibetuli pasangannya, Fadia.

“Apalagi kami telah kerap kali bersua di Pelatnas,” ungkap Farhan di Jakarta, Senin . Namun kondisi berbeda mereka hadapi di final hal yang demikian, Leo/Cantik yang barus saja berpasangan sebulan sebelum berangkat ke Kanada, tampil tanpa muatan tapi sarat semangat. Mereka berharap menjadi jawara, dengan menumbangkan ganda terbaik, termasuk dari China serta menumbangkan senior mereka, Rehan/GFadia. “Kami terkejut saja di final, sebab permainan Leo/Cantik seperti tanpa salah. Mereka juga bermain berani mengambil inisiatif menyerang,” lanjut Rehan.

“Namun seandainya berdasarkan aku kekalahan kami lebih dikarenakan kami tak siap optimal seperti lazimnya. Melainkan Rehan mengaku tidak berkeinginan berlarut menyesali kekalahan hal yang demikian. “Kecewa pasti, apalagi ini tahun terakhir kami di tingkat junior. Buat aku pribadi, lebih bagus mensyukuri hasil ini. Bagaimana malahan mempertahankan itu memang lebih susah ketimbang mencoba merebut,” katanya. “Aku dan Fadia cuma berprinsip mengambil pembelajaran dari kejadian di final hal yang demikian untuk senantiasa tampil siap dan optimal dalam tiap-tiap perlombaan. Siapa malahan lawannya.

” Rehan juga mengaku telah siap menyandang status senior tahun depan. “Ingin tak berkeinginan kami seharusnya siap. Bahwa kini kami mungkin berada di tahapan dasar dengan lawan yang jauh lebih kuat dan berpengalaman banyak sekali di atas kami,” katanya. “Sebab itulah kami tak berkeinginan terburu-buru berharap mengejar skor. Kami berharap berjenjang dengan mencontoh turnamen Super 100, naik ke Super 300 baru ke yang lainnya.” – St Monica Kelapa Gading

 


Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *