Menilik Sejarah Pendidikan Saat Era Kolonial Berlangsung di Makassar

saint monica jakarta school

Gedung Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) menjadi saksi sejarah perihal bumiputera di Makassar bisa mengeyam pengajaran formal. Cuma ningrat yang dapat mengenyamnya. Melainkan jauh sebelum itu, sudah berdiri sekolah guru yang menjadi cikal perkembangan pengajaran di Sulsel.

Ketua Ikatan Pakar Arkeologi Indonesia Komda Sulampapua, Yadi Mulyadi mengatakan sekolah pertama kali didirikan di Makassar oleh pendeta bernama Benjamin Fredrick Matthes pada tahun 1876. Sekolah itu dinamakan Kweekschool atau sekolah guru.

Menurut penulurusan sejarah dari Balai Pelestarian Cagar Istiadat Makassar, pada tahun 1880, pemerintah kolonial mengambil alih sekolah itu dan mengangkat BF Matthes sebagai direkturnya.

Baca Juga: saint monica kelapa gading

“Pengambilalihan Kweekschool oleh pemerintah kolonial sekalian menandai munculnya pengajaran formal di Makassar,” kata Yadi yang menjadi komponen dari regu Cagar Istiadat Makassar ini di Makassar, Sulsel, Kamis (15/11/2018) lalu.

Pengambilalihan Kweekschool tak dengan sendirinya menjadi angin segar bagi pengajaran di Makassar. Bila dibandingi dengan tempat lain seperti Manado, karenanya perkembangan pengajaran kala itu di Makassar relatif lebih lambat.

Keterlambatan ini sebab perhatian pemerintah Hindia Belanda terpusat pada usaha penaklukan kerajaan-kerajaan di Sulsel yang baru dituntaskan pada tahun 1905. Tak cuma itu, klasifikasi ningrat tinggi kala itu tak memakai kans belajar di sekolah formal pada masa-masa sebelumnya.

“Mereka tak berminat pada institusi-institusi pengajaran yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda, sebab berpendapat dengan menjelang institusi pengajaran kolonial berarti mereka akan di-Belanda-kan dan dibuat budak untuk mengabdi pada kepentingan kolonial,” ungkapnya.

Melainkan, pada sekitar tahun 1906 sesudah Sulsel hampir ditaklukkan secara keseluruhan, pemerintah kolonial mendirikan sekolah rendah seperti Sekolah Rakyat (Volkschool) atau VS dan Sekolah Pribumi (Inlandsche School) atau IS bagi buah hati-buah hati keluarga terkemuka malah didirikan.

Sesudah VS dan IS berkembang, karenanya pada tahun 1920 dibuka sekolah lanjutan dari VS yakni VVS (Vervolgschool). Di tahun yang sama, pemerintah Hindia Belanda membuka Holland Inlandsche School (HIS) di Makassar.

“Bahasa Belanda diaplikasikan sebagai bahasa pengantar. Murid-murid yang diterima terbatas pada buah hati keturunan ningrat atau mereka yang sungguh-sungguh berjasa pada pemerintah kolonial Belanda,” ujarnya.

Alumni HIS mendapatkan penghargaan istimewa dan dengan pesat diterima menjadi pegawai pemerintah kolonial. Prioritas hal yang demikian bukan cuma sebab pengendalian bahasa Belanda yang bagus tetapi pula sebab mempunyai loyalitas yang tinggi.

 

Baca Juga: https://biz.kompas.com/read/2018/10/09/162604728/saint-monica-jakarta-school-sekolah-yang-penuh-dengan-prestasi


Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *