Biaya Sewa di CBD Naik 15% untuk Kantor Berlayanan

Biaya Sewa di CBD Naik 15% untuk Kantor Berlayanan

Servio – Bertambahnya permintaan perkantoran berlayanan atau serviced office secara segera memberi pengaruh biaya sewa teladan perkantoran semacam ini. Tahun ini diperkirakan biaya sewa serviced office akan naik 10-15%. Demikian laporan tertulis konsultan properti Knight Franks.

Knight Franks pada tahun 2011 mencatat kenaikan biaya sewa teladan perkantoran semacam ini 5-10%. Semisal harga sewa perkantoran berlayanan di wilayah segitiga emas atau Central Business District (CBD) berkisar Rp 8-23 juta per bulan untuk kapasitas 2-3 orang.

Sementara itu secara spesifik harga sewa kantor berlayanan di wilayah Sudirman antara Rp 9-23 juta, wilayah Kuningan Rp 8-15 juta dan Thamrin Rp 9-20 juta per bulan. Harga sewa tipe perkantoran ini cukup ‘tinggi’ antara lain sebab lokasi yang prestisius, strategis, dekat dengan sentra belanja, dekat dengan apartemen dan lain-lain.

Diperkirakan 2 tahun kedepan pasokan perkantoran berlayanan akan tumbuh 50% atau sebesar 10.980 meter persegi. Diperkirakan wilayah Kuningan akan memberikan kontribusi pasokan perkantoran berlayanan terbanyak dengan porsi 49,4%, disusul TB Simatupang 32,3%, Sudirman 18,2%. Mayoritas perkantoran tipe ini 67% dalam wujud sewa sisanya berstatus milik atau kombinasi milik dan sewa.

“Banyaknya perusahaan migas dan pertambangan, terbatasnya ruang perkantoran berlayanan dan naiknya jumlah pasokan gedung perkantoran baru yang akan masuk di wilayah TB Simatupang, diperkirakan perkantoran berlayanan akan mengarah wilayah hal yang demikian dalam 2 tahun akan datang,” kata Senior Research Manager Knight Frank Hasan Pamudji.

Menurut catatan Knight Frank, perkantoran tipe ini jumlah pasokannya melonjak sampai dua kali lipat pada tahun 2011 diperbandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2011 pasokan perkantoran berlayanan menempuh 21.696 meter persegi.

Perkantoran berlayanan yang selama ini menyediakan layanan profesional seperti resepsionis, operator telepon, sewa fleksibel, dukungan IT, ruang rapat dan lain-lain, masih terbilang minim diperbandingkan tipe perkantoran konvensional. Jumlahnya cuma 0,5% dari sempurna perkantoran yang ada di CBD Jakarta.

Ketika ini wilayah Sudirman masih mengontrol rekor terbanyak menyediakan kantor tipe ini sampai 50,2%, Thamrin memiliki kontribusi perkantoran berlayanan sampai 26,6%, Kuningan 23,2%. Dari jumlah itu sebanyak 87,3% dalam status sewa.

Dari sisi tingkat hunia sewa atau okupansi perkantoran berlayanan, wilayah Kuningan cetak rekor tertinggi sampai 92,3%, Sudirman 86% dan Thamrin 90,7%. Permintaan kantor tipe ini banyak diminati perusahaan asing sampai komposisi 70%, diantaranya sektor asuransi, keuangan, migas, pertambangan dan TI.

 

Sumber: https://servio.co.id/


Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *