Ini Trik Honda Kurangi Bahaya Wangi Kendaraan Baru

Kendaraan-kendaraan beroda empat keluaran baru kadang mengeluarkan wangi yang dapat menyebabkan seseorang sakit. Honda malahan memakai trik khusus supaya imbas negatif dari bau-bau khas kendaraan beroda empat baru yang timbul dari VOC (volatile organic compound) hal yang demikian berkurang.

“Waktu sekolah kan kita ketahui VOC-nya Belanda tuh yang monopoli perdagangan. Efeknya negatif. Di otomotif kita ketahui VOC juga. Efeknya sama-sama segatif,” ungkap Ridwan Pujanto Manager Service PT Honda Prospect Motor, Selasa (8/2/2011).

Seperti dikabarkan sebelumnya,<\/a> VOC yakni senyawa kimia organik yang gampang menguap ke lingkungan. VOC ini muncul dari material-material di dalam kendaraan beroda empat seperti cat kendaraan beroda empat, vinil, atau plastik serta emisi gas membuang kendaraan yang membahayakan pada lingkungan. Material ini menyebabkan sakit kepala, mual, mengantuk hingga sakit tenggorokan.

Seperti diinfokan achooallergy, VOC ini menyebabkan gejala yang sama dengan sick building syndrome, syndrome yang mendera dikala karpet, furnitur baru dipasang di dalam rumah atau gedung.

Kabin dalam kendaraan beroda empat dari anggapan sebagian spesialis pun mempunyai imbas sick building syndrome yang lebih parah sebab ruangannya cukup tertutup.
VOC ini seandainya bercampur dengan Nitrogen Oksida di udara serta tersiram cahaya sang surya karenanya akan berefek bahaya pada lingkungan terutamanya pada lapisan ozon.

Nah untuk meminimalisasi efek negatif dari VOC itu, kecuali berupaya membikin kendaraan beroda empat yang ramah lingkungan, Honda malahan berdasarkan Ridwan juga mulai mengaplikasi cat yang berbahan dasar air (water base).

Cat water base ini berdasarkan Ridwan jauh lebih berteman seandainya dibandingi dengan cat konvensional yang banyak mengandung tiner.

“Di cat lazim, kandungan tiner betul-betul banyak, terutamanya di lapisan base coat. Di lapisan ini solvent (pelarut) mendominasi dengan 70 persen sementara lapisan lain seperti jasa epoxy  lantai primer, primer surface dan clear coat masing-masing mengandung 10 persen solvent. Di cat lazim solvent (pelarut) ini memakai tiner, tetapi di water base diganti menjadi air,” terang Ridwan.

“Air yang diterapkan untuk pengecatan ini memakai air yang telah disterilkan dari kandungan mineral,” tambahnya lagi.

Hakekatnya, teknik pengecatan air ini telah cukup lama diketahui di industri otomotif. Pertanyaan malahan timbul, mengapa Honda baru mengaplikasinya dikala ini?

“Iya, ini memang telah lama. Namun dikala itu teknik ini masih betul-betul mahal. Kini telah tak lagi. Harga epoxy lantai dengan memakai teknik ini malahan sama dengan gunakan cat lazim. Harga jasa pengecatan umpamanya kendaraan beroda empat konsumen baret, per panelnya tak berubah,” timpal Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM, Jonfis Fandy di daerah yang sama.

Sementara pekerja pabrik Honda yang bertugas menjalankan pengecatan malahan telah menikmati perbedaan memakai pelarut dari tiner dengan air.

“Cat water base lebih efisien. Misalnya spakbor sekiranya gunakan water base kita hanya butuh cat 80 gram, sekiranya gunakan cat lazim butuh hingga 120 gram. Penerapannya jadi efisien sebab sekiranya solvent lazim (tiner) butuh 3 lapisan (base coat) sekali cat sekiranya gunakan water base hanya 1,5 lapis,” jelasnya.


Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *